Saya merasa selama ini banyak terbantu oleh AI dalam mengerjakan fitur, dan memang hasilnya jalan. Tapi belakangan saya mulai sadar kalau tanpa AI, saya sering butuh waktu lebih lama untuk memikirkan struktur, pendekatan, atau bahkan detail implementasinya. Saya jadi mempertanyakan seberapa kuat fundamental saya sebenarnya. Mungkin fondasi saya dalam membangun fitur-fitur basic yang umum yang hampir selalu ada di aplikasi production belum benar-benar matang, terkadang saya cuma sekedar bisa implementasi tapi belum benar-benar paham secara konsep dan mental model. Secara desain dan performa, kadang hanya sekedear implementasi, tapi belum yakin apakah pendekatannya apakah sudah tepat, scalable, efisien, dan sesuai best practice. Saya belum sepenuhnya yakin apakah pendekatan yang saya ambil sudah sesuai best practice atau sekadar ‘jalan’.
Di tahap seperti ini, menurut Pak Eko sebaiknya saya memperdalam aspek apa terlebih dahulu? Apakah ada jenis project tertentu yang ideal untuk menguatkan pemahaman arsitektur dan kualitas implementasi agar bisa naik ke level menengah yang solid? Selain itu, capability minimum apa saja yang seharusnya benar-benar dikuasai sebelum melangkah ke kompleksitas yang lebih tinggi? Fitur dan teknik apa yang menurut Bapak wajib dipahami sampai level reasoning, bukan sekadar bisa mengimplementasikan dan yakin sudah mantap pada level saat ini? Dan apa saja saran dan kebiasaan yang sebaiknya dibangun untuk berkembang menjadi engineer yang handal dalam jangka panjang?
Saya merasa selama ini banyak terbantu oleh AI dalam mengerjakan fitur, dan memang hasilnya jalan. Tapi belakangan saya mulai sadar kalau tanpa AI, saya sering butuh waktu lebih lama untuk memikirkan struktur, pendekatan, atau bahkan detail implementasinya. Saya jadi mempertanyakan seberapa kuat fundamental saya sebenarnya. Mungkin fondasi saya dalam membangun fitur-fitur basic yang umum yang hampir selalu ada di aplikasi production belum benar-benar matang, terkadang saya cuma sekedar bisa implementasi tapi belum benar-benar paham secara konsep dan mental model. Secara desain dan performa, kadang hanya sekedear implementasi, tapi belum yakin apakah pendekatannya apakah sudah tepat, scalable, efisien, dan sesuai best practice. Saya belum sepenuhnya yakin apakah pendekatan yang saya ambil sudah sesuai best practice atau sekadar ‘jalan’.
Di tahap seperti ini, menurut Pak Eko sebaiknya saya memperdalam aspek apa terlebih dahulu? Apakah ada jenis project tertentu yang ideal untuk menguatkan pemahaman arsitektur dan kualitas implementasi agar bisa naik ke level menengah yang solid? Selain itu, capability minimum apa saja yang seharusnya benar-benar dikuasai sebelum melangkah ke kompleksitas yang lebih tinggi? Fitur dan teknik apa yang menurut Bapak wajib dipahami sampai level reasoning, bukan sekadar bisa mengimplementasikan dan yakin sudah mantap pada level saat ini? Dan apa saja saran dan kebiasaan yang sebaiknya dibangun untuk berkembang menjadi engineer yang handal dalam jangka panjang?